Don’t Judge A Book By Its Cover 8662


Jangan pernah menilai orang dari luarnya saja.

Coba kamu hitung, berapa kali kalimat tersebut terucap di sekitarmu? Satu kali? Lima kali? Seratus kali? Siapa yang tau? Yang jelas banyak sekali orang yang mengucapkan kalimat tersebut. Atau mungkin dalam versi lainnya yang intinya sih sama saja.

Donโ€™t judge a book by its cover.

Bagaimana? Artinya sama saja kan? Jika manusia itu diibaratkan sebuah buku, kita tidak boleh menilainya hanya dari sampulnya saja. Memangnya kita tau cerita apa yang ada di dalam buku tersebut? Memangnya kita tau pelajaran apa yang dapat kita ambil dari buku tersebut? Atau apakah kita tau seberapa memesonanya buku tersebut ketika dibaca? Satu kata, tidak.

Ada kalanya buku yang tampak buruk sampulnya, gambarnya buruk, dan sebagainya, terkesan memiliki cerita yang sama buruknya dengan sampul tersebut. Mudah saja bagi kita berpikir, โ€˜Ah, sampulnya aja jelek, apalagi isinyaโ€™. Ya, mudah. Mudah sekali. Terlalu mudah untuk menyatakan diri tidak tertarik membaca buku tersebut karena sampulnya yang biasa-biasa saja.

Sebuah buku yang sampulnya terlihat membosankan, (buku pelajaran misalnya ._.v) membuat kita malas membacanya. Padahal dalam buku yang terlihat luar biasa membosankan tersebut terkandung ribuan ilmu yang mungkin tidak bisa kita dapatkan dari buku yang bersampul menarik.

Sayangnya, ada pula buku yang bersampul menarik dan indah, dan hal-hal positif lainnya, ternyata memiliki isi yang biasa saja. Tidak sebanding dengan sampulnya. Ya, saling melengkapi sih. Oke, itu sisi positifnya yang bisa kita ambil. Tapi mau tidak mau, setelah membaca buku yang bersampul menarik tapi tidak dengan isinya itu, kita pasti merasa tertipu maupun merasa dirugikan. Walaupun sebenarnya kita tetap diuntungkan dari kegiatan membaca bukunya sendiri.

Apa dong, kesimpulannya? Ya segala hal itu harus seimbang. Bagus memang saling melengkapi, tapi kalau terlalu timpang maka jarak yang harus dijembatani juga akan semakin lebar. Kesannya memaksa.

Nggak nyambung? Oke, saran untuk para pembuat cover sih, buatlah cover buku semenarik mungkin, dan se-menggambarkan mungkin. Yang ada di luar adalah representative dari yang ada di dalam.


About Nadhira

Psikologi UPI 2013 - Mempelajari jiwamu, jiwaku, jiwa kita. Mengarungi samudera dengan seni dan sastra

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

8,662 thoughts on “Don’t Judge A Book By Its Cover