Tiga Novel Tiga Cinta 10728


Tulisan ini dibuat pada suatu hari di tahun 2011

Dalam tiga hari berturut-turut, aku membaca 3 buah novel berbeda yang berisikan kisah yang berbeda, tokoh yang berbeda, alur yang berbeda, penulis yang berbeda.

Tetapi ketiga novel itu memiliki persamaan. Ketiganya bertemakan cinta. Cinta yang tulus. Cinta yang berlangsung bertahun-tahun. Cinta yang tak terhapus. Cinta yang mengharu-biru. Cinta yang berhiaskan pengorbanan. Cinta pada keluarga. Cinta yang di dalamnya tersiratkan Islam. Cinta yang berwarnakan agama.

Walaupun berbeda keluarga. Walaupun berbeda sosok. Walaupun berbeda peran. Walaupun berbeda posisi. Semuanya tentang cinta dalam keluarga. Kisah cinta yang begitu mengharukan dan menguras air mata tetapi begitu menginspirasi.
Cinta seorang gadis Jepang kepada mualaf, teman sekelasnya, yang panjang dan berliku yang mengantarkannya ke dalam keislaman dengan akhir bahagia.

Cinta seorang anak kepada ayahnya yang bisu-tuli yang begitu menyayangi keluarganya. Yang rumit dan berliku dengan akhir misteri tak terpecahkan yang menyisakan secercah harapan.

Cinta seorang kakak kepada adik-adiknya yang tidak memiliki hubungan darah dengannya. Yang penuh kesedihan akan pengorbanan dan tanggung jawab dengan akhir menyedihkan.

Kisah yang mencabik hatiku walaupun mataku tak mengeluarkan air mata.

1. Cinta Hatake Mayumi untuk Kagawa Satoshi dan cinta Kagawa Satoshi untuk Hatake Mayumi
Akatsuki – Miyazaki Ichigo
2. Cinta Ismail untuk ayahnya, Aga Akbar dan cinta Aga Akbar untuk Ismail.
My Father’s Notebook – Kader Abdolah
3. Cinta Laisa untuk adik-adiknya, Dalimunte, Wibisana, Ikanuri dan Yashinta; dan cinta Dalimunte, Wibisana, Ikanuri dan Yashinta untu Laisa.
Bidadari-Bidadari Surga – Tere Liye


About Nadhira

Psikologi UPI 2013 - Mempelajari jiwamu, jiwaku, jiwa kita. Mengarungi samudera dengan seni dan sastra

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

10,728 thoughts on “Tiga Novel Tiga Cinta