Kesibukan Membahagiakan


Beberapa orang mungkin herang, mengapa ada orang yang tergila-gila untuk bekerja, istilahnya workaholic. Bukankah bekerja itu melelahkan? Tidak banyak orang yang suka bekerja. Tetapi mengapa bisa begitu?

Saya menemukan beberapa alasan yang memang saya rasakan sendiri. Pertama, pekerjaan yang dilakukan memang sesuai dengan minat dan bakat. Sesuai dengan kegemaran kita. Jika kita menyukai pekerjaan kita, maka kita tidak merasa sedang bekerja, melainkan sedang bersenang-senang. Misalnya seorang pelukis bekerja dengan cara melukis, tetapi melukis pula lah caranya untuk bersenang-senang. Walau mungkin rasa bosan setidaknya pasti pernah hinggap, tetapi kalau memang itu yang betul-betul disukai, ya mau bagaimana lagi?

Alasan kedua adalah, dengan bekerja, maka kita akan menjadi sibuk. Kesibukan itu akan menyita seluruh perhatian dan pikiran kita. Akhirnya kita tidak memiliki cukup waktu dan ruang untuk memikirkan masalah yang kita miliki. Bagi kita, ada hal yang lebih penting daripada masalah tersebut. Sayangnya dengan melakukan hal ini, masalah kita tidak akan selesai dengan sendirinya. Masalah kita akan tetap ada walaupun kita melupakannya sampai seribu tahun lamanya #lebay.

Ketiga, hmm.. apa ya? Karena seperti yang dikemukakan oleh Morgan, manusia itu pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk melakukan sesuatu. Lalu manusia juga pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk mencapai hasil. Jadi wajar saja jika manusia selalu ingin melakukan sesuatu. Selain itu menurut Maslow, manusia memiliki kebutuhan akan aktualisasi diri. Mungkin saja dengan bekerja, seseorang dapat mengaktualisasikan dirinya.

Lalu, bagaimana menurutmu?


About Nadhira

Psikologi UPI 2013 - Mempelajari jiwamu, jiwaku, jiwa kita. Mengarungi samudera dengan seni dan sastra

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *